Postingan

Menampilkan postingan dengan label hikmah

Membatalkan Puasa Sunah demi Doa Seorang Muslim

 Suatu hari Syeikh Ma’rûf berjalan melewati seseorang yang membagikan air secara cuma-cuma sembari berkata, “Semoga Allâh merahmati seseorang yang mau meminum airku ini.” Mendengar doanya, Syeikh Ma’rûf yang sedang berpuasa sunah itu pun segera meraih gelas yg berisi air tersebut dan meminumnya.  Seseorang yg menyaksikan peristiwa ini bertanya kepada beliau: “Bukankah engkau sedang berpuasa, mengapa engkau batalkan puasamu?“. “Benar aku sedang berpuasa, akan tetapi doanya lebih kuharapkan daripada puasa sunahku,” jawab beliau. Hikmah Di Balik Kisah Orang-orang saleh terdahulu memiliki jiwa yang bersih.  Mereka senantiasa berprasangka baik dan merendahkan diri kepada orang lain.  Sehingga, ketika mendengar doa seperti tersebut di atas, mereka sedikit pun tidak berpikiran bahwa puasanya lebih hebat dari doa penjaja air tersebut.

Kisah Imam Ahmad dan Kuli

  Suatu hari putra Imam A h mad menyewa seorang kuli untuk mengangkat barang dari pasar ke rumah.  Ketika sampai di rumah beliau, kuli itu mencium aroma roti.  Mereka (keluarga Imam A h mad) memberinya sepotong, tetapi sang kuli menolaknya.  Ketika sang kuli meninggalkan rumah beliau, Imam A h mad memerintahkan putranya untuk mengejarnya dan memberikan roti itu kepadanya.  Anehnya sang kuli mau menerimanya.  Peristiwa ini menarik perhatian putra Imam A h mad dan ia pun bertanya kepada ayahnya: “Duhai ayah, mengapa ia mau menerima roti itu setelah meninggalkan rumah ini, sedangkan sebelumnya ia menolaknya?” “Kuli itu seorang yang saleh.  Ia sedang berpuasa.  Ketika mencium aroma roti tersebut nafsunya menginginkannya.  Oleh karena itu, ketika diberi roti itu ia menolaknya.  Setelah ia pergi, nafsunya sudah tidak menginginkan roti itu lagi, maka ketika engkau memberikannya, ia pun menerimanya,” jawab Imam A h mad. Hikmah Di B...

Kisah Ibrâhîm bin Adham Menggendong Sahabatnya Melalui Tiga Kota

  Alkisah pada suatu hari Sahl melakukan perjalanan bersama Ibrâhîm bin Adham radhiyallâhu ‘anhu . Selama perjalanan, Ibrâhîm bin Adham[1] membiayai segala keperluan Sahl hingga uang beliau habis tak bersisa.  Dalam perjalanan tersebut, Sahl kemudian sakit dan membutuhkan sesuatu. Karena tidak lagi memiliki uang, Ibrâhîm bin Adham pun menjual keledainya dan menggunakan uang hasil penjualan keledai tersebut untuk membeli keperluan Sahl. Melihat Ibrâhîm bin Adham kembali tanpa keledainya, Sahl bertanya kepada Ibrâhîm, “Duhai Ibrâhîm, kemanakah kiranya keledai tungganganmu?” “Aku telah menjualnya, saudaraku” jawab Ibrâhîm. “Duhai saudaraku, bagaimana kita akan melanjutkan perjalanan kita tanpa kendaraan?” sela Sahl kepada sahabatnya. “Jangan khawatir, aku akan menggendongmu,” jawab Ibrâhîm bin Adham dengan ringan dan kemudian menggendong sahabatnya hingga melalui tiga kota.[2] Hikmah di Balik Kisah Dalam kisah di atas kita dapat melihat bagaimana Ibrâhîm bin Adham...

Manaqib al-Habib Ja'far bin Syaikhon Assegaf ( Pasuruan )

Gambar
Beliau adalah Al-Habib Ja’far bin Syaikhan bin Ali bin Hasyim bin Syeikh bin Muhammad bin Hasyim Assegaf. Beliau dilahirkan di kota Ghurfah, Hadramaut pada tahun 1298 H. Sebagaimana kebanyakan para Salaf Bani Alawi, semenjak kecil beliau mendapat pendidikan langsung dari ayahnya, Al-Habib Syaikhan bin Ali Assegaf. Selain beliau menuntut ilmu kepada ayahnya, beliau juga mengambil ilmu dari ulama-ulama besar di Hadramaut, diantaranya : Al-Habib Idrus bin Umar Alhabsyi (pengarang ‘Iqdul Yawaaqit)  Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi  Al-Imam Al-Habib Ahmad bin Hasan Alatas   Beberapa tahun kemudian, berangkatlah beliau ke kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Semangat beliau untuk menuntut ilmu seakan tak pernah pupus. Kesempatan beliau berada di kota Makkah tak beliau sia-siakan. Kesempatan itu beliau pergunakan untuk menuntut ilmu dari para ulama yang ada disana, diantaranya : Al-Habib Husin bin Muhammad Alhabsyi  ...

Manaqib Sayidah Fatimah az-Zahra al-Batul binti Muhammad SAW

Fatimah binti Muhammad (606/614 - 632) atau lebih dikenal dengan Fatimah az-Zahra (Fatimah yang selalu berseri) (Bahasa Arab: فاطمة الزهراء ) putri bungsu Nabi Muhammad SAW dari perkawinannya dengan istri pertamanya, Khadijah. Kelahiran & Kematian Fatimah dilahirkan pada hari Jumat, 20 Jumadil akhir di Mekkah, tahun kelima setelah kerasulan Nabi Muhammad[1], atau sekitar tahun 614 M (menurut tradisi Syi'ah) atau tahun 606 M (menurut Sunni). Tempat beliau dilahirkan ialah di rumah ayah dan ibunya. Beliau.rha wafat pada tahun ke-11 Hijriyah, enam bulan setelah wafatnya Rasulullah[2], dan dimakamkan secara rahasia di Pemakaman Baqi', Madinah. Pernikahan Ketika usianya beranjak dewasa, Fatimah Az-Zahra dipersunting oleh salah satu sahabat sekaligus orang kepercayaan Rasulullah, Ali bin Abi Thalib. Fatimah Az-Zahra tumbuh menjadi seorang gadis yang tidak hanya merupakan putri dari Rasulullah, namun juga mampu menjadi salah satu orang kepercayaan aya...

Manaqib al-Habib Husein bin Muhammad bin Thohir Al - Haddad

Gambar
Habib Husein bin Muhammad bin Thahir ( Jombang ) Al-Haddad lahir di Qaidun tahun 1302 H, beliau dibesarkan dan dididik sendiri oleh ayah dan kakeknya. Sejak kecil sudah tampak tanda-tanda bahwa hati anak ini selalu terpaut kepada Allah swt. Sebagaimana ucapan Al-Bushiri : Bila petunjuk Allah swt bersemayam di hati Anggota tubuh pun menjadi bersemangat mengabdi Maka beliau pun gemar menghadiri majelis kaum ulama dan sholihin sehingga berhasil meraih ilmu, nur, madad dan nafahat mereka. Beliau kemudian meninggalkan kota kelahirannya, Qaidun untuk melaksanakan ibadah haji dan berziarah ke Makam Rasulullah saw. Pada perjalanan hajinya, beliau menyempatkan diri untuk menimba ilmu dari ulama-ulama besar yang ada di tanah suci. Pada tahun 1329 H, di usia 27 tahun, beliau melakukan perjalanan ke Pulau Jawa. Di Pulau Jawa saat itu masih banyak dihuni kaum Sholihin, seperti ayahnya sendiri Habib Muhammad bin Thahir Al-Haddad yang pernah bertemu dengan Nabi Mu...

Saat Penjaga Arasy Lupa Dengan Bacaan Tasbih dan Tahmidnya

Gambar
Suatu hari Rasulullah Muhammad SAW sedang tawaf di Kakbah, baginda mendengar seseorang di hadapannya bertawaf sambil berzikir: “Ya Karim! Ya Karim!”Rasulullah SAW meniru zikirnya “Ya Karim! Ya Karim!”Orang itu berhenti di satu sudut Kakbah dan menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!” Rasulullah yang berada di belakangnya menyebutnya lagi “Ya Karim! Ya Karim!”Orang itu berasa dirinya di perolok-olokkan, lalu menoleh ke belakang dan dilihatnya seorang lelaki yang sangat tampan dan gagah yang belum pernah di lihatnya. Orang itu berkata, “Wahai orang tampan, apakah engkau sengaja mengejek-ngejekku, karena aku ini orang badui? Kalaulah bukan karena ketampanan dan kegagahanmu akan kulaporkan kepada kekasihku, Muhammad Rasulullah.” Mendengar kata-kata orang badwi itu, Rasulullah SAW tersenyum lalu berkata: “Tidakkah engkau mengenali Nabimu, wahai orang Arab?” “Belum,” jawab orang itu. “Jadi bagaimana kamu beriman kepadanya?” tanya Rasulullah SAW. “Saya percaya dengan mantap at...

Jendela Rumah Sakit

Gambar
Alkisah... dua orang yang mempunyai penyakit serius menempati kamar yang sama di rumah sakit. Pasien yang satu, setiap siang hari dibolehkan duduk selama satu jam supaya cairan yang ada di paru-parunya cepat hilang dan tempat tidurnya terletak di sebelah jendela satu-satunya di kamar itu. Sedang Pasien yang satunya lagi hanya dapat berbaring di atas punggungnya setiap hari. Kedua orang ini berbicara tentang istri, keluarga, rumah tangga, pekerjaan dan keterlibatan mereka dalam tugas-tugas militer semasa dulu. Setiap siang, ketika pasien yang dekat jendela duduk, ia menghabiskan waktunya bercerita kepada teman sekamarnya tentang semua yang ia lihat dari balik jendela. Teman sekamarnya selama satu jam hidup dalam dunia yang lebih luas. Kegiatan dan warna dunia luar membuatnya lebih bergairah hidup. "Jendela itu menghadap ke taman yang di dalamnya ada telaga yang indah.Angsa dan itik bermainan di atas air sementara anak-anak melayarkan k...

Harga Kebersamaan

Gambar
Seorang anak bertanya kepada ayahnya, "Ayah, berapa penghasilanmu 1 jam?" Mendengar pertanyaan ini sang ayah marah lalu berkata dengan kasar, "Jangan ganggu aku!" Sang Ayah baru saja pulang kerja dalam keadaan capek dan  wajah muram. Namun, anaknya bersikeras dengan pertanyaannya, " Ayah berapa penghasilanmu, tolong jawab ... !" Dengan suara yang tidak menyenangkan dia menjawab, " Rp 10.000 satu jam" "Ayah, boleh tidak, aku pinjam Rp 5000?" "Aku sudah berkata, jangan ganggu aku! Diam dan pergilah ke kamarmu!", bentak ayahnya. Memasuki saat tidur malam, sang ayah sudah merasa agak tenang. Ia menyesali perlakuannya tadi, lalu pergi ke loteng menuju kamar anaknya. "Kamu sudah tidur?", tanya ayahnya. Ia lalu memberi anaknya Rp 5000 yang tadi hendak dipinjamnya. Anaknya mengucap terima kasih, lalu ia menyisipkan tangannya ke bawah bantal dan mengeluarkannya dari bawahnya uang Rp 5000 yang tampak kus...

Lelaki Sejati??

Gambar
Aku bertanya pada Ibu, bagaimana menjadi Lelaki Sejati ? Ibuku menjawab, Nak.......... Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar, Tetapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang, Tetapi dari kelembutannya mengatakan kebenaran Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya, Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati ditempat bekerja, Tetapi dari bagaimana dia dihormati di dalam rumah Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan, Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang, Tetapi dari hati yang ada dibalik itu Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari banyaknya wanita yg memuja, Tetapi komitmennya terhadap wanita yang dicintainya Laki-laki Sejati bukanlah dilihat dari barbel yang dibebankan, Tetapi dari tabahny...

Ketika Cinta Tak Memerlukan Alasan

Gambar
Terjadi sebuah percakapan kecil di taman kota oleh sepasang kekasih... Wanita(W) : Mengapa kamu menyukai saya? Pria (P) :  Saya tidak dapat menjelaskan alasannya.  Tetapi saya sungguh menyukai engkau W : Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya Bagaimana kamu dapat berkata menyukai saya? Bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya? P : Saya sungguh tidak tahu alasannya, tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu. W : Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya. Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat! P : Ok ok!!! Hmm karena kamu cantik, karena suaramu enak didengar, karena kamu penuh perhatian, karena kamu mengasihi, karena kamu bijaksana, karena senyummu, karena setiap gerakanmu Sayangnya, beberapa hari kemudian, sang Wanita mengalami kecelakaan dan mengalami koma. Sang Pria kemudian menaruh surat di sisinya, dan isinya ...

Sepetak Sawah

Gambar
Di suatu hari ada seorang pemuda yang hendak pergi menyelesaikan urusan bisnisnya dengan menumpang pesawat,bercakap-cakap dengan seorang wanita lanjut usia di bangku sebelahnya. "Ibu pergi sendirian??hendak kemana??" tanya pemuda itu membuka pembicaraan. "Ya...nak,hendak mengunjungi anak keduaku di Singapura" jawab ibu itu menjelaskan. Pemuda itu pun memperkenalkan dirinya dan mulai bercerita  banyak dengan ibu tersebut yang kemudian mengetahui jika ia memiliki enam orang anak. "Bagaimana dengan adik dan kakak dari anak kedua ibu?apakah ibu tidak juga menengok mereka?" tanya pemuda itu. "Ya..aku tak terlalu kuat untuk menengok mereka,kini mereka telah jauh dariku demi karir dan kehidupan mereka selanjutnya,namun seringkali mereka pulang untuk menjengukku." jawab ibu itu kemudian. "Kalau boleh tahu,apa pekerjaan anak-anak ibu dan dimana mereka bekerja?" tanya pemuda itu penasaran, "Oh...anak Ketiga da...

Mangkuk Kayu

Gambar
The Wooden Bowl Seorang lelaki tua tinggal bersama anak laki-lakinya, menantu dan cucunya yang baru berusia 4 tahun. Tangan lelaki tua itu gemetaran, matanya kabur dan jalannya tertatih-tatih. Keluarga ini selalu makan bersama di meja, namun tangan orang tua mereka yang gemetaran membuat makan menjadi pekerjaan yang sulit baginya. Pastei (pie) menggelinding dari sendoknya jatuh ke lantai. Bila ia meraih gelas, susu tumpah membasahi taplak meja. Anak dan menantunya menjadi jengkel karena kotoran yang di akibatkannya. kita harus berbuat sesuatu terhadap ayah, kata si anak. Aku sudah tidak sabar lagi melihat tumpahan susu, berisiknya kunyahan dan makanan yang jatuh ke lantai. Kemudian suami isteri itu menyediakan meja kecil di pojok rumah. Di meja ini ayah mereka makan seorang diri. Karena sang ayah juga memecahkan satu atau dua piring, maka makanan di meja kecil ini disajikan dalam mangkuk terbuat dari kayu. Bila keluarga ini melihat sekilas ke arah lelaki tua itu, ...

8 Kebohongan Ibu

Gambar
Alkisah terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untuk anaknya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk, ibu berkata: “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA Ketika sang anak mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu sang anak memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingnya dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang telah dimakan anaknya. Sang anak melihat ibunya seperti itu, hatinya  tersentuh, lalu menggunakan sendoknya dan memberikan kepada ibunya. Tetapi ibu dengan c...

Keluarga

F-A-M-I-L-Y Aku menabrak seseorang yang tidak kukenal yang sedang lewat. Aku berkata, "Oh, maafkan aku." Ia berkata, "Maafkan juga aku. Aku tidak melihatmu." Kami saling bersikap sangat sopan; aku dan orang yang tidak kukenal itu. Kemudian kami saling mengucapkan selamat tinggal dan melanjutkan perjalanan. Peristiwa di atas bila terjadi dirumah akan menjadi sangat berbeda. Renungkan bagaimana kita memperlakukan orang-orang yang kita cintai; tua maupun muda!! Masih di hari yang sama, malam itu aku memasak makan malam. Anak perempuanku diam-diam berdiri disebelahku. Ketika berbalik, aku hampir saja menabraknya. "Menyingkirlah kau," bentakku sambil mengeryitkan alis. Ia pun pergi dengan membawa luka di hati. Aku tidak sadar betapa aku telah berkata sangat kasar kepadanya. Malam itu ketika aku berbaring ditempat tidur, terdengar suara lembut Tuhan, "Ketika berurusan dengan orang yang tidak kau kenal, kau bersikap sangat santun. Tapi ...

Teguran yang Bijaksana

Pada suatu hari, di sebuah sekolah menengah. Saat jam istirahat, ada perkelahian antara dua murid laki-laki di kelas. Kerumunan murid pun berakhir saat seorang guru datang menengahi dan melerai mereka. Tidak lama kemudian, saat pelajaran berikutnya akan dimulai, Kepala Sekolah masuk ke kelas tersebut dan langsung menyampaikan maksud kedatangannya. “Andika, kamu nanti datang kantor Bapak, jam 3 sore.”Seisi kelas terdiam sedangkan murid yang dimaksud seketika berwajah pucat pasi. “Baik Pak,” ia menjawab lemah. Habis aku! Pasti akan dimarahi dan dikenai sanksi gara-gara perkelahian tadi, begitu pikir Andika. Tepat pukul 3 sore, Andika telah ada di depan kantor dan mengetuk pintu ruangan kepala sekolah. Jantungnya berdegup keras dan tubuhnya serasa lunglai. “Masuk!” terdengar suara dari dalam. Andika pun masuk. Dengan takut-takut, ia berdiri dekat meja kepala sekolah, sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam. “Duduklah Andika. Kamu tentu sudah bisa menebak, kenapa Bapak...